Sabtu, 14 Maret 2015
Jika Sukses Uji Coba, Penggerak Roket Terkuat Akan Bantu Eksplorasi ke Mars
Badan Antariksa Nasional AS (NASA) ingin benar-benar misi penjelajahan ke Planet Mars bisa lebih efektif. Untuk itu, NASA tengah mengembangkan sistem pendorong roket yang diklaim paling kuat. Sistem tersebut adalah Space Launch System (SLS).
Dikutip dari Gizmodo, Rabu 11 Maret 2015, sistem pendorong itu diharapkan NASA bisa membantu ekslorasi manusia ke Mars. Dengan SLS, waktu yang ditempuh ke Mars diperkirakan bisa lebih efisien.
Saat ini, sistem pendorong itu tengah menjalani serangkaian uji coba. Dalam situsnya, NASA menjelaskan SLS akan menjalani dua kali tahapan uji coba.
Pertama, SLS akan menjalani uji awal.
"Uji statis dua menit adalah pencapaian signifikan SLS, sebagai bagian perjalanan misi NASA ke Mars," kata NASA.
Disebutkan, uji statis dua menit merupakan satu dari dua uji coba. Jika dua uji itu lulus, SLS siap digunakan untuk pendorong penerbangan.
NASA menyebutkan uji coba kedua yaitu dijadwalkan pada awal 2016.
"Jika uji kualifikasi sudah lengkap, SLS disiapkan membantu mengirimkan roket bersama dengan pesawat orang angkasa NASA, Orion," tulis NASA.
Disebutkan SLS akan dilengkapi dengan serangkaian segmen, pendorong padat roket, dan mesin utama RS-25.
"Dalam satu dua menit pertama, SLS akan dioperasikan sejajar dengan mesin utama. SLS akan memberikan lebih dari 75 persen daya dorong yang dibutuhkan roket untuk mencapai tariksan gravitasi bumi," jelas NASA.
NASA melaporkan, uji terbang pertama SLS akan dilengkapi dengan fitur konfigurasi berkapasitas 77 ton dan membawa pesawat Orion mencapai orbit rendah bumi. Uji coba dilaksanakan untuk menguji kinerja sistem terintegrasi.
SLS belum sampai mampu membawa kapasitas hingga 143 ton untuk misi yang sebenarnya.
Uji terbang pertama akan diselenggarakan pada 11 Maret waktu setempat melalui fasilitas Sistem Propulsi ATK di Utah, AS.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar